Forward; the clinics that redefine preventive care


1_zSXqNS0uTb8b-F8urQoK_Q

Salah-satu dari “25 Best Invention of 2017” versi situs time.com adalah “Forward”. Forward yang didirikan oleh Adrian Aoun, mantan eksekutif google, adalah suatu platform pelayanan kesehatan jenis baru yang bekerja seperti gym kelas-atas.

Situs times.com menyebut Forward sebagai “the clinics that redefine preventive care”.

Dengan membayar $149—kira-kira Rp 2 juta—per bulan, pelanggan dapat akses tak terbatas untuk berbagai layanan pemeriksaan kesehatan, mulai dari genetic screening, pemeriksaan darah, perencanaan penurunan berat badan, kunjungan dokter yang rutin dan hal-hal lain yang memungkinkan aplikasi ini memprediksi kebutuhan kesehatan setiap pelanggannya.

Melalui situs resminya—goforward.com—Forward menyatakan bahwa baik di Amerika Serikat maupun di belahan dunia lainnya, pelayanan kesehatan memiliki tantangan yang besar. Mereka mengakui, hampir semua pendiri Forward memiliki pengalaman saat teman dekat atau anggota keluarganya tidak mendapatkan perawatan kesehatan sebagaimana seharusnya.

Dalam salah-satu tulisan di blognya, Adrian Aoun mengaku penasaran setiap kali memperhatikan cara dan alat kerja yang digunakan oleh dokter. Mengapa dokter masih menuliskan semuanya dengan catatan post-it? Mengapa setiap perangkat lunak terlihat seperti dibangun menjadi bentuk hukuman yang rumit? Mengapa setiap perangkat medis seperti itu berasal dari tahun 1970an? Dan mengapa tagihan rumah sakit terakhir kita seukuran uang muka di rumah?

Adrian Aoun seolah sedang menggerutu saat menulis, “the primary function of software in the healthcare industry today is not to take care of people — it’s to make sure everyone gets paid”.

Lebih lanjut, menurut Forward, Karena dokter dan pelayanan kesehatan “tradisional” mendapatkan uangnya dengan menagih pada perusahaan-perusahaan asuransi, pasien sesungguhnya bukanlah pelanggan, melainkan produk yang diperjual-belikan.

Pengalaman-pengalaman itulah yang menginspirasi mereka mendirikan Forward, sebuah system kesehatan baru yang dibangun dari nol untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan cara yang berbeda dengan cara yang diwariskan industry pelayanan kesehatan kontemporer.

Forward mengatakan misinya adalah menggabungkan teknologi dan pengetahuan kedokteran terkini, dalam hal diagnose, empati, pengalaman, dengan intervensi teknologi informasi yang paling baik—dalam hal skalabilitas, biaya, dan kenyamanan—untuk menghadirkan pelayanan kesehatan kualitas premium dengan biaya yang paling terjangkau untuk semua orang.

Bagaimana misi itu dijalankan? Forward membekali dokter-dokternya dengan data hasil diagnosa, termasuk data generic dan hasil tes darah secara realtime melalui piranti terhubung (connecting devices). Forward juga mengembangkan piranti keras dan piranti lunak yang bisa menggantikan tenaga-tenaga manual sehingga bisa memangkas biaya lebih besar.

Forward mengembangkan model pembiayaan dengan system iuran keanggotaan. Dengan model ini, mereka bisa fokus pada pelayaan terhadap anggota atau pelanggannya secara maksimal, sehingga memungkinkan mereka memberikan pelayanan terbaik untuk meningkatkan kualitas hidup anggota-anggotanya, dengan atau tanpa dukungan perusahaan asuransi.

Dengan membuka akses yang sangat luas untuk pemeriksaan kesehatan yang berkualitas, memungkinkan anggota-anggota Forward untuk menyusun perencanaan kesehatan pribadi yang lebih baik dan mampu menyusun kebutuhan pelayanan kesehatan di masa yang akan datang.

Kemudian dengan konsep “full-stack company”, Forward bisa menggabungkan beragam keahlian (kesehatan, perancangan, insinyur, dll) untuk membangun system database rekam medis yang canggih yang memungkinkan perusahaan tersebut berinovasi untuk terus memperbarui kemampuan yang dimiliki.

Forward adalah salah-satu bentuk “disruption” dalam pelayanan kesehatan. Forward berupaya “mengacaukan” pola transaksi pelayanan kesehatan saat ini dengan mengawinkan perkembangan ilmu pengetahuan di bidang kedokteran dengan kemajuan teknologi informasi. Ambisinya bukan main-main, mewujudkan “affordable luxury” di bidang pelayanan kesehatan; menghadirkan pelayanan kesehatan premium dengan biaya minimum.

Sebagai new entrants, Forward adalah ancaman serius terhadap para incumbent dalam industry kesehatan. Kalimat berikut ini seolah menjadi semacam proklamasi atas kehadirannya di pasar layanan kesehatan dunia. “Your apps get updated every day, but healthcare hasn’t been updated in decades. We’re constantly releasing updated features and new services to our members. We’re improving to help you improve”.

Dengan hanya memiliki dua klinik di Los Angeles dan San Fransisco, AS, ancaman Forward masih dalam bentuk gelombang-gelombang kecil yang tidak signifikan. Lain ceritanya jika platform ini sudah mampu menghimpun dukungan pembiayaan dan konstituen, bukan tidak mungkin industri kesehatan—baik asuransi maupun pelayanan kesehatan—akan mengalami nasib seperti yang dialami incumbent dari sektor-sektor lain yang telah terlebih dulu terdisrupsi.

Mungkinkah disrupsi ini masuk ke Indonesia? Jawabannya bisa dilihat dengan data pengguna internet aktif hingga 140 juta dan penetrasi internet sampai 51% pada tahun 2017 yang menjadikan Indonesia adalah salah-satu pasar online terbesar di seluruh dunia. Singkatnya, sangat mungkin. How? I don’t know. Masalahnya tinggal waktu. Cuma jangan hanya ditunggu, tapi disikapi.

Pilihan sikapnya adalah disrupting or being disrupted?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s