Macet: It’s Suck isn’t it?


CIBITUNG, 27/1 - AKSI BURUH. Ribuan buruh berjalan menuju pintu tol Cibitung saat aksi mogok kerja di kawasan MM 2100 di Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (27/1). Aksi lanjutan itu merupakan bentuk kekecewaan atas keputusan PTUN Bandung yang memenangkan Apindo Bekasi atas SK Gubernur Jawa Barat No.561/Kep.1540-Bansos/2011 soal UMK Bekasi. FOTO ANTARA/Widodo S. Jusuf/Koz/Spt/12.

Saya sedang berada di Solo ketika Jumat (27/1) lalu, ribuan buruh memblokir jalan tol Cikampek-Jakarta. Hari itu, kemacetan mengular hingga 35 kilometer. Hingga menjelang bubaran jam kantor, belum juga ada tanda-tanda kemacetan akan mencair.Beberapa teman yang terjebak, berbagi cerita melalui grup BB tentang runyamnya rencana mereka hari itu. Sebagian memaki para buruh yang dipandang kurang solider terhadap “nasib” mereka hari itu.

It’s suck isn’t it?

Saya mengerti jika teman-teman–yang dulunya aktivis semasa mahasiswa–kecewa berat atas apa yang terjadi hari itu.

As a person who at least already get used to traffic in Jakarta, I can feel all difficulties of being stuck in a place with nothing that you can do to break it up. Macet bisa membuat nalar jadi lumpuh. Karenanya, saya juga mengerti jika teman-teman yang dulunya aktivis mahasiswa tidak lagi mampu menangkap pesan dari teman-teman buruh yang hari itu terpaksa menutup jalan tol untuk menyatakan penolakan terhadap keputusan PTUN Jawa Barat yang membatalkan kenaikan upah Kabupaten Bekasi tahun 2012.

Para buruh merasa, mereka sudah cukup tabah menerima kenaikan upah yang hanya berkisar Rp 200 ribu, dari Rp 1,27 juta menjadi Rp 1,49 juta. Kenaikan ini jauh dibawah tuntutan mereka yang menghitung kebutuhan hidup layak per bulan untuk seorang buruh lajang di Bekasi yang mencapai Rp 2,4-Rp 2,7 juta per bulan.

Dialog bukannya tidak mereka lakukan. Perlu dicatat, kenaikan upah itu diperoleh dari serangkaian dialog dalam forum yang disebut dengan dewan pengupahan. Jika soal kecewa, tentunya bukan cuma pengusaha, kenaikan upah di atas jauh dibawah tuntutan awal yang diajukan buruh. Logika, kenaikan upah akan membuat lari para investor, justru terdengar sangat menyakitkan di telinga buruh.

Kembali ke soal peristiwa jumat (27/1) lalu, kemacetan di jalan tol selama berjam-jam sudah pasti merunyamkan seluruh rencana kita saat ini. Namun bagi saya, jika hari itu tidak dimacetkan, kerunyaman hidup para buruh itu tidak hanya berlaku satu hari, tapi 365 hari sampai mereka kembali diundang duduk dalam forum dewan pengupahan yang mungkin hanya akan menghasilkan keputusan yang menambah runyam hidup mereka.

I don’t have anything to say to my “old” friends who got stuck because of the traffic at that day. If I were a worker who took the decision to block the toll highway, i wont begging to ask for apologize for what i did that day.

Untuk soal ini, saya tetap memilih berada di pihak para buruh.

1 thought on “Macet: It’s Suck isn’t it?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s