Pariporno: Sikap PKS, Sabili, dan Hidayatullah


Jangan tanya apa sikap PKS terhadap pornografi. Partai ini adalah yang paling getol mengampanyekan pentingnya UU tersebut. Sekarang mari kita simak apa sikap PKS saat kadernya nonton video porno? 

Sejauh ini sikap PKS memang bisa dibaca dari pernyataan pimpinan-pimpinan partai tersebut. Yang perlu dicatat, sikap para pimpinan PKS, termasuk sikap mantan Presiden PKS, Tifatul Sembiring, lebih banyak merespon desakan publik melalui media massa. Bukan sebuah inisiatif politik yang diambil partai tersebut.

Secara umum, para petinggi PKS yang diwawancarai wartawan menekankan aspek netralitas dan sepertinya mengajak publik untuk bertindak obyektif. Dewan Syariah PKS menyatakan anggota PKS juga manusia.

Sementara itu, Hidayat Nurwahid menyatakan pihaknya akan mengundang pakar atau ahli bidang informatika, termasuk fotografer Media Indonesia M. Irfan, untuk dimintai keterangan agar hasilnya lebih obyektif. Tifatul Sembiring menyatakan akan menyelidiki siapa yang mengirimkan email berisi link situs porno ke email Arifinto.

Apakah pernyataan-pernyataan itu tertuang dalam website resminya? Setidaknya, sejak kasus itu mengemuka pada Jumat (8/4) lalu hingga pukul 18.41 minggu (10/4) saat tulisan ini disusun, belum ada sikap resmi partai yang tertulis dalam website resminya.

Aha! Tidak (atau belum) adanya klarifikasi resmi dari situs resmi PKS bisa memunculkan anggapan bahwa bagi PKS isu “pornografi” lebih merupakan isu politik untuk meraih popularitas. Bukan sebuah cerminan sikap ideologi partai dalam rangka memperbaiki moral bangsa.

Jangan-jangan, kader-kader PKS sendiri pun tidak siap jika UU Pornografi dan Pornoaksi benar-benar diterapkan di Indonesia.

Sabili dan Al-Hidayatullah turut bungkam?

Iseng-iseng saya browsing di beberapa situs Majalah dakwah Islam. Setidaknya dari tiga situs yang saya amati, yakni situs Majalah Sabili, Majalah Hidayatullah, dan Al Khilafah, berita tentang kelakuan Anggota DPR dari FPKS Arifinto yang menonton film porno melalui tablet PC saat sidang paripurna hanya dimuat di Al Khilafah.

Saya tidak (atau belum) menemukan berita tentang kasus Arifinto di situs Sabili dan Al Hidayatullah. Padahal, kedua majalah tersebut terhitung getol mempersoalkan kasus yang menimpa artis Nazriel Irham. Sementara berita di situs Al Khilafah tentang kasus Arifinto sepertinya copy-paste dari media yang lain.

Kasus Arifinto, anggota DPR dari FPKS yang kepergok menonton film porno merebak Jumat (8/4). Saat itu, DPR tengah melakukan sidang paripurna yang berakhir ricuh saat membahas rencana pembangunan gedung baru DPR-RI. Wartawan Foto Harian Media Indonesia, Mohammad Irfan, tanpa sengaja memergoki Arifinto tengah asyik sendiri melihat film porno melalui tablet PC-nya.

Kepada pers, Arifinto mengaku tanpa sengaja melihat tayangan porno dari situs yang dikirimkan melalui emailnya. Arifinto sempat menuding adanya konspirasi dibalik merebaknya kasus tersebut.

Sementara, M. Irfan membantah adanya konspirasi. Irfan pun membantah keterangan Arifinto yang menyatakan tidak sengaja melihat tayangan porno dari link yang dikirim melalui email. Menurut Irfan, tayangan-tayangan itu bukan berasal dari situs, melainkan dari folder.

Mana yang benar? Lihat saja nanti.

2 thoughts on “Pariporno: Sikap PKS, Sabili, dan Hidayatullah”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s