Oknum-Oknum yang bergentayangan


Dalam dua bulan ini, ada beberapa berita yang mengulas tentang oknum. Mulai dari tukang pukul orang sembarangan, calo politik uang, penggemar miras dan tawuran, tukang cetak pita cukai dan uang palsu, sampai calon presiden dan wakil presiden.
April 2009 lalu, sikap arogan oknum anggota TNI di jalan raya terjadi di Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat. Sudah jelas-jelas melanggar peraturan lalu lintas, tapi tidak terima diingatkan. Bahkan, oknum TNI yang tak bertanggung jawab itu malah menganiaya anggota polisi yang menegurnya. Alhasil Briptu Hari Susilo yang menegur pelaku wajahnya babak belur karena dihajar pelaku. http://news.okezone.com/read/2009/04/28/1/214717/1/oknum-tni-aniaya-polisi-di-jalan-raden-saleh

Dari Pamekasan, Madura, Oknum TNI anggota Koramil Larangan berinisial S dilaporkan warga karena terlibat dalam aksi membagi-bagikan uang kepada pemilih di wilayah tersebut. Pemberian uang yang oleh oknum anggota Koramil Larangan S itulah yang dijadikan bukti Juhan melapor ke panitia pengawas kecamatan (Panwascam) Larangan. Pihak Panwascam larangan langsung memproses laporan tersebut dengan meminta keterangan kepada pelapor dan dua orang saksi lainnya, masing-masing, Haji Amin dan Sumarwi, juga warga Desa Larangan Luar, Kecamatan Larangan. Laporan adanya praktik politik uang di Panwascam Larangan Minggu ini merupakan yang kedua, setelah Sabtu (11/4). Barang bukti yang disita pihak Panwascam berupa uang senilai Rp30.000 berupa uang kertas Rp10.000-an dua lembar dan uang Rp5.000-an dua lembar. http://pemilu.antara.co.id/view/?tl=kanal-pemilu-oknum-tni-dilaporkan-jadi-calo-politik-uang&id=1239522613

Masih di bulan April, bentrok terjadi antara oknum Kepolisian Resor Tolikara dan oknum Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Papua. Bentrokkan ini dibenarkan oleh Kepala Kepolisian Papua, Inspektur Jenderal Bagus Ekodanto. Dilaporkan, bentrokkan yang terjadi dua kali (27 dan 28 April 2009) sempat diwarnai dengan aksi baku tempak. Pemicunya karena sepele, yakni minuman keras. Saat bentrok terjadi, ada anggota polisi ada yang mabuk.http://nasional.vivanews.com/news/read/53108-oknum_tni_dan_polisi_baku_tembak_di_papuahttp://news.okezone.com/read/2009/04/28/1/214810/pesta-miras-oknum-tni-polri-di-papua-bentrok

Kali ini gara-gara komandan yang serakah. Di Sentani, Papua, April lalu. Sekitar seratusan tentara dari Batalion Infantri 751 Sentani, Papua berdemonstrasi dan sempat merusak beberapa fasilitas milik militer serta melakukan tembakan ke udara. Tentara tersebut berasal dari Kompi E Batalyon 751. Tentara-tentara itu melakukan demo seusai apel. Mereka mencari atasan mereka, melakukan pengrusakan kantor markas batalyon dan melepaskan tembakan ke udara.

Pemiculnya adalah ketidakpuasan beberapa prajurit Yon 751 Sentani atas kebijakan atasan mereka, termasuk biaya pemulangan jenazah seorang prajurit yang meninggal akibat sakit. “Mereka [merasa] hak-haknya dikurangi, seperti uang makan dikurangi…timbul kekecewaan,”kata Kapendam Trikora Letkol Susilo. Mereka meminta komandan mereka diproses atas tindakan yang mereka keluhkan.

Khawatir “pemberontakan” itu menggelinding, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Agustadi Sasongko Purnomo langsung markas batalion tersebut untuk menyelesaikan peristiwa dan sekaligus menginvestigasi sebelum memberikan sanksi kepada yang terlibat. KSAD akan memecat komandan batalion, dua bawahannya, karena mereka di anggap tidak bisa “menjalankan tugas memimpin anak buahnya”. http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2009/04/090430_papuamoves.shtmlhttp://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2009/04/090429_sentanicrisis.shtml

Masih seputar oknum dan miras. Dari Mojokerto, Petugas dari Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) Surabaya dan Polsek Puri, Minggu (3/5), meringkus sejumlah orang yang tengah berpesta judi dan minuman keras. Dari 14 orang yang berhasil diringkus, 8 diantaranya adalah oknum TNI AL. Operasi yang digelar secara diam-diam itu sontak mengangetkan pelaku perjudian di kawasan Perumahan Puri Kencana, Mojokerto. Begitu mengetahui kedatangan petugas, puluhan orang yang asyik bermain kartu itu lari tunggang langgang. Sempat terjadi ketegangan antara petugas dan pelaku karena pelaku melakukan perlawanan saat hendak diperiksa identitasnya.

Setelah berhasil menangkap seorang pelaku, petugas gabungan Pomal dan Polsek Puri langsung melakukan penyisiran ke sejumlah rumah warga. Ironisnya, seorang anggota TNI AL yang sempat masuk ke dalam rumahnya langsung digelandang keluar. Bukan hanya itu, penyisiran dilanjutkan ke rumah-rumah kosong. Alhasil, petugas kembali berhasil mengamankan 7 anggota TNI lainnya dari rumah yang berbeda. “Awalnya mereka tidak mengaku, tapi setelah kita periksa dompetnya terdapat kartu identitas,” ujar salah satu petugas. Selanjutnya, 8 orang oknum TNI AL tersebut dibawa ke markas Pomal Surabaya. Sedangkan 6 warga sipil diamankan di Mapolsek Puri. http://www.inilah.com/berita/politik/2009/05/04/103962/pesta-miras-8-oknum-tni-ditangkap/

Dari Jakarta, seorang oknum TNI AL Serma (K) Mas ditangkap tim Direktorat II Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri karena diduga mencetak uang palsu sekaligus mengedarkan. Direktur II Bareskrim Polri Brigjen Pol Edmond Ilyas di Jakarta, Senin, mengatakan, selain oknum itu, Polri juga menangkap empat warga sipil yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka. “Secara kasat mata, sukar membedakan antara bentuk fisik uang palsu dengan yang asli. Kemiripan mencapai 80 persen,” ujarnya. Polisi menyita aneka peralatan mencetak uang palsu dan uang palsu senilai Rp139 juta. Untuk mengedarkan uang palsu, para pengedar menjual satu juta rupiah untuk uang palsu senilai Rp1,5 juta. http://www.republika.co.id/berita/49674/Oknum_TNI_Cetak_Uang_Palsu

Di Jakarta, seorang oknum perwira polisi berpangkat Ajun Komisaris Polisi berinisial S ditangkap dengan tuduhan terlibat dalam pencetakan pita cukai (17/5/2009). Saat percetakan pita cukai tercanggih itu digerebek pukul 01.30 WIB dini hari tadi, S berhasil lolos dari sergapan petugas. Sementara pemilik percetakan tersebut, BS, dan satu tersangka lagi berinisial H serta 2 orang karyawan lainnya, diamankan. Di TKP, aparat bea cukai menjumpai mobil berstiker “Keluarga Besar Mabes Polri”. Mobil sedan Mercedes Benz bernopol B 1469 QH tersebut kini disegel. “Sekarang kita masih telusuri (S),” jelasnya. Seperti diberitakan, percetakan pita cukai palsu itu telah beroperasi selama kurang lebih 7 tahun. Hasil cetakan tergolong canggih, sebab tidak terdeteksi detektor ultaviolet. Selama beroperasi, negara telah dirugikan sebanyak Rp 560 miliar. http://id.news.yahoo.com/dtik/20090517/tpl-perwira-polisi-diduga-terlibat-perce-b28636a.html

Oknum TNI berinisial AB ditahan POM TNI karena menjadi perantara pembelian senjata yang digunakan untuk membunuh Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen. Kasus ini sendiri telah menyeret sejumlah oknum pejabat, di antaranya oknum ketua KPK berinisial AA dan oknum pimpinan Polri berinisial WW. Oknum AA disangka sebagai dalang dari peristiwa pembunuhan tersebut, sementara oknum WW disangka menjadi pihak yang merekrut tim eksekutor yang terdiri dari beberapa oknum petugas satuan pengamanan. 

Tim ini bekerja dengan dukungan dana yang disangka berasal dari oknum pimpinan sebuah harian ibukota yang berinisial SHW. Selain melibatkan pejabat tinggi terkemuka dan dara jelita berinisial RJ, adanya keterlibatan oknum TNI AL dan oknum pimpinan Polri dalam suatu tindakan kriminal yang keji ini memperbesar perhatian masyarakat pada kasus ini. Berbagai spekulasi berkembang di tengah masyarakat. Namun hingga kini media massa melaporkan “benang kusut kasus ini masih tetap kusut”. http://www.kompas.com/lipsus052009/antasariread/2009/05/14/19294261/Benang.Merah.Kasus.Antasari.Masih.Kusut

Sementara itu, tiga oknum purnawirawan jenderal angkatan darat maju dalam laga pemilihan presiden dan wakil presiden. ketiga oknum itu berinisial SBY sebagai calon presiden dari partai demokrat, PS sebagai cawapres dari PDIP-Gerindra, dan W yang maju sebagai cawapres dari koalisi Golkar-Hanura. Ini yang paling gawat! Berita tentang kisah oknum-oknum ini, simak saja sendiri….🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s