Lu sewot, Gue Cuek!


Rakyat sewot gara-gara Pertamina secara tiba-tiba menaikkan harga LPJ 12 kg, menteri Yusgiantoro cuek. SBY sewot karena dituduh terlibat penentuan harga jual LNG Tangguh, bawahannya cuek. Nah lho!

Pertamina menaikkan harga jual LPJ 12 kg dari Rp 63 ribu, menjadi Rp 69 ribu. Alasannya, kenaikan ini penting, supaya Pertamina bisa menekan potensi kerugian. Keputusan ini diambil diam-diam dan membuat banyak orang terkejut. Kenaikan per 24 Agustus lalu hanya selang sebulan dari kenaikan sebelumnya. Tidak hanya itu, Pertamina merencanakan akan terus menaikkan harga hingga setara dengan harga gas internasional, sekitar Rp 130 ribu.

Rakyat sewot! Celakanya, Menteri Energi Purnomo Yusgiantoro cuek. Sang menteri yang gemar menaikkan harga BBM itu berujar keputusan itu bukan urusan pemerintah. “Itu murni keputusan bisnis!” jawabnya.

Lho…? Pertamina khan perusahaan negara? Bisa-bisanya menteri bilang seperti itu?

Di sudut yang lain, Presiden SBY sewot karena dituduh terlibat dalam negosiasi harga jual LNG Tangguh dengan China. Tuduhan itu dilontarkan seterunya, Megawati Soekarno Putri, mantan Presiden.

Megawati sendiri, sudah pasti, nggak mau tanggungjawab atas masalah itu. Saat ini dia sedang sibuk berdandan, mempercantik partainya, agar bisa melenggang di panggung catwalk pemilu 2009.

SBY tambah sewot ketika saat rapat kabinet terbatas untuk membahas masalah itu, beberapa peserta rapat, salah satunya kepala BIN, Syamsir Siregar cuek dan asyik ngobrol sendiri dengan Ketua BPS dan ketua BPKP.

Sambil sekalian kampanye (karena lagi di-shoot kamera tivi), SBY yang lagi sewot menunjuk pejabat-pejabat yang lagi asyik berbincang sambil bicara, “jangan ngobrol sendiri dong!”

Kabarnya, SBY sewot karena pejabat-pejabat itu asyik ngobrol dan tidak memperhatikan penjelasannya tentang suatu masalah penting. Masalah apakah itu? Masalah tuduhan keterlibatannya dalam negosiasi harga LNG Tangguh. SBY ditengarai sedang mengklarifikasi perihal ketidakterlibatan dirinya dan wapres Jusuf Kalla dalam penentuan harga LNG.

Pentingkah klarifikasi itu? Hmmm… Kayaknya tidak. Klarifikasi itu hanya penting untuk SBY, tapi tidak terlalu penting bagi rakyat.

Bahkan, kalau boleh ngomong, klarifikasi macam itu sepertinya tidak perlu. Baik Megawati, SBY, maupun Jusuf Kalla adalah bagian dari pemerintahan yang saat itu memutuskan harga jual LNG Tangguh ke China. Suka tidak suka, mestinya mereka semua sama-sama tanggungjawab atas masalah itu.

Bagi rakyat, jauh lebih penting membicarakan kenapa minyak tanah hilang di pasaran, kenapa pula harga gas melonjak tajam dan kadang-kadang hilang di pasaran.

Dua kasus diatas jelas menunjukkan bahwa pemerintah cuek dengan masalah rakyat dan melulu hanya mau meributkan masalahnya sendiri. Pemerintahan yang sebenarnya tidak pantas dipilih kembali!

2 thoughts on “Lu sewot, Gue Cuek!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s